"Pagi Menyahut"

pagi yang indah memanggilku dalam irama alam, antara hasrat menyanjungi terang, berkecamuk sedikit mengusik. "Ah, aku punya pilihan", kataku dalam hati. dan tentu saja tidak meninabobokan 'rasa nyaman' yang terkadang kupelihara. Dengarlah gurauan burung di luar sana, bahkan sambil berjingkrak riang secara bergerombol keluar dari rimba, berkelana di tak hingga untuk bertarung demi isi perutdan membuktikan bisa melampaui batas. Apa dirimu tak malu kalau aku menyematkan kata 'pecundang' bila kau kalah semangat dari burung-burung itu? tentu saja label itu dikubur dalam-dalam dari peredaran 'waktu aktif'.
Aku tersadar dan cepat-cepat bergegas merapikan dan sedikit membenci tempat dimana aku biasanya menyerah dengan rasa rasa lelah sehabis bergelut dengan kesibukan ala duniawi. Aku tahu hari ini adalah akhir pekan, kulihat di sudut kamar tumpukan 'sampah' yang bisa 'direuse' jika aku menyulapnya di dalam baskom yang berbusa. " akan aku lakukan", sambil menyemangati diri sendiri ... (bergegas dari kamar dengan tumpukan pakaian)

@KM#RTNG [April 2018]

Komentar