Senja yang sembab
kala itu hujan pun turun lebat sekali, aku terjebak di sudut gedung tua. Hawa dingin sangat bengis menghunjam tulang-tulang hingga ku kaku dalam kebisuan. Perlahan bulir-bulir itu jatuh sedikit-sedikit, "barangkali hujan akan reda", gumamku